Mitos tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Apa kata Patrick Moore (pakar lingkungan dan pendiri Greenpeace) mengenai mitos seputar PLTN.

Mitos 1: Energi nuklir itu mahal

Fakta: Energi nuklir adalah salah satu sumber energi yang tidak mahal.

Pada tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di Amerika Serikat adalah kurang dari 2 sen per kilowatt-jam, setingkat dengan ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.

Mitos 2: PLTN itu tidak aman

Fakta: Kecelakaan Three Mile Island dapat dikatakan suatu kisah sukses, tetapi kecelakaan Chernobyl tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl seakan-akan menuggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet itu tidak menggunakan bejana sungkup (containment vessel), dalam hal desain disebut ‘tidak-aman-melekat’, sedang operatornya kemudian meledakkannya.

Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkan bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu, sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka bakar sewaktu memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namun angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambang batubara sebanyak 5000 jiwa di seluruh dunia setiap tahun. Atau jika dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah program nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, ratusan pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industri ini. Hal ini telah sejak lama diperbaiki.)

Mitos 3: Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun

Fakta: Dalam 40 tahun, bahan bakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahan bakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahan bakar bekas pada siklus pertama.

Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahan bakar bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatan energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampha yang harus diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung dengan Prancis, Inggris, dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahan bakar nuklir ini.

Mitos 4: Reaktor nuklir itu rawan serangan teroris

Fakta: Beton bertulang yang tebalnya 1,5 meter melindungi isi bangunan kontainmen dari luar maupun dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontainmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.

Mitos 5: Bahan bakar nuklir dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir

Fakta: Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge (teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki raktor yang menghasilkan listrik, padahal negara itu telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir.

Selama 20 tahun, satu diantara alat yang paling sederhana, yakni parang, telah dipakai untuk membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak daripada korban meninggal di Hiroshima dan Nagasaki digabungkan. Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan melarang parang, karena parang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang.

Sumber:

Patrick Moore, “Nuclear Re-think”, IAEA Bulletin, Volume 48/1, September 2006, www.iaea.org

Mursid Djokolelono, “PLTN-Terapung untuk Produksi Listrik dan Air Bersih”, Suara Bebas, Juli 2008

sumber: Mailing list Teknik Mesin UGM 99 dan www.ckinknoazoro.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: