Krisis Yunani, Goldman Sachs dan Leading Indikator

EROPA
Perkembangan dari minggu lalu. Krisis Yunani semakin parah dan menyeret surat hutang pemerintah Yunani mendekali level surat hutang Pakistan, kata Bloomberg. Artinya investor menganggap bond pemerintah Yunani sama dengan bond pemerintah yang rongrong oleh para Taliban. Surat hutang Yunani yang jatuh tempo 2 tahun naik bunganya menjadi 11%. Dibandingkan dengan Pakistan 12.2%. Defisit anggaran belanja pemerintah Yunani melonjak menjadi 13.6% dari GDPnya. Ini jauh di atas batas yang diperbolehkan dalam perjanjian Uni Eropa yang hanya 3%. Hutang Yunani sudah mencapai 115% dari GDPnya. Sulit bagi Yunani untuk bisa keluar dari kemelut ekonominya. Karena Yunani tidak punya sesuatu yang bisa dijual, kecuali minyak zaitun dan pariwisata. Tidak mudah bagi Yunani untuk memperoleh dana pinjaman dengan jaminan potensi ekonomi seperti itu. Kemungkian Yunani akan dipaksa untuk keluar dari group mata uang Euro.

Yunani tidak sendirian dalam hal melanggar ketentuan pakta moneter Euro ini. Jerman, Prancis saja sudah melanggar ketentuan defisit anggaran 3% dari GDP. Portugal, Spanyol, Italia juga mengalami defisit anggaran masing-masing 9.3%, 11.4% dan 5.2% dari GDP mereka. Jerman ekonomi terbesar Euro terkena 4.9%. Prancis masih 8.0%.

Sekarang pertanyaannya apakah antar negara Euro bisa saling membantu? Jawabannya ialah: sulit. Sebab hutang negara mereka sendiri sudah tinggi. Italy 117%, Portugal 75.2%, Jerman 77.2%, Prancis 79.7%. Sebagai perbandingannya adalah hutang negara (federal) US yang selalu dikatakan sudah tinggi adalah: 52.90%. Sebenarnya daerah Euro lebih parah dari US. Bukan tidak mungkin pada dekade ini Euro bubar. Karena solusi dari krisis semacam ini biasanya competitive devaluation. Dengan adanya competitive devaluation, maka diharapkan hutang turun nilai riilnya, dan produk-produk negara yang bersangkutan menjadi kompetitif kembali. Sekarang ini dengan adanya satu mata uang, Yunani tidak bisa melakukan competitive devaluation mata uangnya dengan cepat. Euro akan melemah secara bertahap untuk jangka waktu yang lama. Trend dollar indeks masih menunjukkan tren naik (Chart-1). Ini lebih banyak karena pelemahan Euro.

Chart 1
Penderitaan Yunani menjadi berkepanjangan. Pemerintah harus berhadapan dengan kerusuhan-kerusuhan akibat ketidak puasan di masyarakat. Gelombang protes sudah khronis sejak akhir 2008 lalu.
Apa yang terjadi di Yunani bisa menjalar ke negara-negara Euro lainnya. Apa lagi dengan meletusnya gunung berapi di Eyjafjallajokull, Iceland. Pengaruh jangka pendeknya dirasakan oleh sektor penerbangan. Pengalaman yang lalu ketika gunung berapi Laki meletus tahun 1783, gas dan abu yang dilepaskannya menutup sinar matahari walaupun hanya sedikit dan menyebabkan musim dingin yang panjang yang berdampak gagal panen dan kelaparan di Eropa yang akhirnya memicu revolusi Prancis. Di Amerika, tahun 1784 mengalami musim dingin yang panjang dan parah. Seberapa parahkah dampak letusan kali ini. Gunung di Eyjafjallajokull yang sekarang meletus sudah 200 tahun tidur. Siklus yang panjang seperti ini, biasanya skala letusannya juga relatif besar.

AMERIKA SERIKAT
Leading Indikator (LEI) untuk bulan Maret 2010 melonjak 1.5% minggu lalu. Sedangkan Coinsident Economic Indicator (CEI) naik sedikit saja (Chart-2). Ini membuat jurang antara LEI dan CEI semakin melebar. Sudah genap setahun LEI meroket, tetapi CEI masih santai saja. Pemulihan ekonomi di US masih tersendat-sendat, terkena anemi lesu darah.


Chart 2

Positifnya LEI bagai bensin bagi rally di bursa saham. Rally di bursa saham nampaknya akan menerus. Kali ini indeks akan berhadapan dengan beberapa resistance Fibonacci di sekitar 0.6 an yaitu 2/3 dan 8/13 (Chart-3). Rally masih bisa terus sampai bulan Juni 2010 atau lebih lama tanpa ada persoalan apa-apa. Pada indeks S&P 500, level 1250 kemungkinan bisa dicapai.

Bursa nampaknya akan mengacuhkan kasus Goldman Sachs. Goldman dituduh tidak memberikan penjelasan sepenuhnya mengenai paket surat hutang yang dijualnya sehingga merugikan para pembelinya. Persoalannya ialah: apakah tidak memberi penjelasan bisa dikategorikan sebagai tindak kriminal atau kesalahan. Kalau melihat hal ini, saya pikir GS akan lolos. Kecuali para juri di pengadilan sedang haus darah akibat resesi yang berkepanjangan dan mereka minta korban. Kondisi seperti ini bisa menjadi bola liar. Tetapi sampai saat ini bola liar masih terkendali, dan belum menjadi liar. Entah nantinya.


Chart 3

Trend harga emas dan logam mulia baru menampakkan polanya (Chart-4 dan Chart-5). Kita akan lihat perkembangannya dalam minggu-minggu mendatang.


Chart 4

Chart 5
Ada artikel yang menarik di Gold-Eagle.Com dan Kitco.Com. Pada saat ini pengelola ETF SLV (untuk perak) sedang melepas cadangan peraknya, menurut artikel Hamilton di Gold-Eagle. Pendapat saya, hal ini adalah signal bearish, walaupun harga perak menampakkan trend short term bullish (Chart-6).

Chart 6

Trend bearish juga ditunjukkan oleh Rosen pada artikelnya di Kitco yang mengkombinasikan antara teknik Gann dan Elliot wave. Chartnya cukup menarik (Chart-7), walaupun saya tidak terlalu setuju.


Chart 7

Apa yang akan terjadi dengan emas dan logam mulia, yang pasti secara siklus tahunan, bulan Maret – September adalah periode konsolidasi dan koreksi.

Sekian dulu….., sampai lain waktu.

sumber: EOWI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: