Apa Itu Ilmu Hikmah

 Ilmu Al-Hikmah bukan Ahli Hikmah, bukan Hijib, bukan Kontak. Ahli Hikmah ialah ilmu yang menggunakan kitab Aufak, sedangkan yang dinamakan dengan Hijib ialah yang mengamalkan puasa dan wiridan. Adapun yang dimaksud dengan Kontak ialah mereka yang memasukan benda-benda tertentu kedalam tubuh seseorang seperti sambatan, susuk dan benda-benda keras lainnya.

Sedangkan ilmu Al-Hikmah menurut hukum, adalah “Sirrullah”, yaitu contoh-contoh akhir kalam:

“Barang siapa mengucap Laa Ilaha Illallah diakhir ucapan, maka jaminannya masuk surga”

itu diakhirat, sedangkan di dunianya dicontohkan dengan ilmu Al-Hikmah

Al-Hikmah yang bergerak di perut itu “laa illaha ilallah” yang bergerak ditangan “muhammadurrasulullah” karena ditangan adalah utusan.

A. Kenapa Harus Al-Hikmah

Karena mungkin tidak ada ilmu seindah dan semudah ilmu Al-Hikmah, indah karena cukup menyebut nama Allah mudah karena hanya mengeraskan perut, maka sudah mencakup seluruh tujuan. Misalnya untuk menghindari seluruh mahluk Allah yang berniat jahat atau untuk pengobatan.

Kenapa indah? Karena

likalimatin thoyibah “laa illaha ilallah”, bahwa tidak ada kalimat sebagus dan seindah kalimat “laa illaha ilallah”, yang bergerak di perut dalil akhirul kalam “laa illaha ilallah dakholal janah”, untuk menyelamatkan kita diakhirat, sedangkan yang bergerak di tangan “ya abdul jabar”, yang disebut tingkat dua untuk menyelamatkan kita di dunia.

Kalimat “abdul jabar” dari gerakan tangan atau yang disebut “muhammadur rasulullah”, menurut ulama dalam kitab

tafsir showi itu adalah bahasa ahli neraka yang tertolong oleh nabi Muhammad S.A.W. setelah diangkat ke surga, mereka memberi julukan “ya abdul jabar” kepada nabi Muhammad S.A.W., tetapi dikitab lain “ya abdul jabar” itu merupakan julukan malaikat izra’il yang diberikan oleh ahli surga yang tidak merasakan neraka.
Di riwayatkan dalam kitab ‘Jawahirul Buchori’ ketika Rasul pulang dari perang Handak, beliau beristirahat bersama seorang sahabat bernama Jabir di bawah satu pohon yang rindang. Pedang Rasul di gantung di salah satu dahan pohon dan sahabat Jabir pun kemudian pergi menjauh dengan maksud supaya tidak mengganggu istirahatnya Rasul. Tiba-tiba muncul seorang orang kafir arabi yang berniat membunuh Rasul, kafir arabi itu mengambil pedang Rasul yang tergantung di dahan dan mengarahkannya tepat ke leher Rasul, tetapi dia langsung terpental dan akhirnya lari terbirit-birit.

Setelah kejadian itu sahabat Jabir menghampiri Rasul dan bertanya; “Ya Rasul, aku melihat pedang tadi di arahkan tepat ke leher engkau, tapi mengapa mereka bisa terpental?” Rasul menjawab;

“Aku hanya menyebut nama Allah”.

Inilah salah satu riwayat Rasul yang menggambarkan betapa indah dan mudahnya Al-Hikmah, karena hanya dengan menyebut nama Allah bisa menghindarkan seluruh mahluk Allah yang berniat jahat terhadap kita. Walaupun riwayatnya waktu itu Rasul tidak di barengi dengan mengeraskan perut, karena itu adalah bagian dari mukjijat kenabian.

Menurut ulama dalam kitab ”
pawaidul makiyah” setiap sindiran itu syair setiap syair adalah haram setiap ilmu adalah sihir setiap sihir adalah haram. Sedangkan menurut hadist rasul setiap omongan anak adam haram kecualiamal ma’ruf nahi mungkar maka syair tersebut haram kecuali syair rukun wudhu, rukun shalat dan lain-lain

Sihir, setiap ilmu sihir haram kecuali Al-Hikmah karena syarat dari Al-Hikmah harus Islam, yaitu Islam yang sanggup menjalankan segala perintah Allah S.W.T. dan sanggup meninggalkan segala larangan-Nya. Baca dua kalimat syahadat atau menyebut nama Allah itu Halal lain itu hanya Allah S.W.T. yang tahu.

Mukjijat adalah keistimewaan bagi Nabi dan Rasul dari Allah, maka ukuran ilmu bukan dari nabi dan rasul. Hidayah adalah keistimewaan bagi orang yang ahli ibadah. Sedangkan Istidzraj merupakan sindiran Allah bagi orang yang bukan ahli ibadah.

Apa khijab? adalah kelihatan. Apa istidzraj? adalah sindiran. Kenapa mukhasafah hanya terbayang? karena ilmu tidak akan berkembang. Barang siapa yang sudah bisa melihat neraka dan surga maka tidak akan sanggup hidup di dunia. Tetapi kalau rasul Nabi Muhammad S.A.W, surga atau neraka sudah berbanding atau seimbang dengan badan beliau yang sudah dari cahaya. Namun Hidayah atau Mukhasafah itupun harus diatur atau mengerti hukum-hukum syara atau agama karena syetan tidak mau ketinggalan. Syetan lebih cerdik dengan berbisik ketika kita sedang mengerjakan shalat (ingat Allah), maka diajak berpaling oleh syetan.

Apabila ada Hidayah harus ditimbang oleh hukum, jika tidak cocok di TOLAK ! apabila sesuai silahkan dipakai, Mukhasafah pun sama syetan pun bisa bikin bayangan dimana tidak cocok dengan hukum di TOLAK ! hati-hati bagi orang yang ahli ibadah jangan sampai tertipu syetan, karena ada ahli ibadah yang tertipu oleh syetan.

Contoh :

1. Ki Barsisoh ulama besar ahli dzikir

Menurut riwayat, Barsisoh mempunyai 4000 santrinya sudah bisa dzikir diawang-awang. Jin adalah anak buah syetan, syetan anak buah iblis, iblis di usir dari surga didasar bumi ke tujuh bisa tembus kelangit ke tujuh. Pada waktu itu Allah S.W.T. merintahkan malaikat untuk menulis di Laihil mahfuth bahwa ki Barsisoh adalah ahli neraka, maka para malaikat menangis sedangkan jin, syetan dan iblis ketawa.

Malaikatpun bertanya : ya robbi, Barsisoh kan ahli ibadah, kenapa masuk neraka ?

Allah menjawab : itu urusanku, karena Barsisoh ibadahnya sombong.

Syetan turun dari langit kedunia, Barsisoh sedang dzikir maka syetan mengucap salam barsisoh tidak menjawab. Setelah 4x mengucapkan salam tetapi tidak dijawab juga sedangkan hukum menjawab ucapan salam adalah wajib, dzikir adalah sunah. Ketika kelima kalinya syetan mengucapkan salam, Barsisoh menjawab bukan dengan salam tapi memaki dengan kalimat “goblog kamu mengganggu orang yang sedang ibadah” itulah kesombongan Barsisoh dalam ibadahnya. Akhirnya syetan berubah wujud menyerupai ulama. Syetan yang menyerupai ulama duduk berendeng dengan Barsisoh sama-sama dzikir namun Barsisoh manusia biasa kena lapar dan ngantuk, Barsisoh makan dan tidur sedangkan syetan luar biasa tidak kena lapar tidak kena ngantuk, maka Barsisoh bertanya? bangsa apa kamu, ibadahnya melebihi aku? Syetan menjawab : kamu tidak bisa ibadah seperti aku kalau belum banyak dosa atau ahli maksiat sedangkan Barsisoh belum pernah maksiat. Akhirnya Barsisoh bertanya maksiat mana yang bisa menguatkan ibadah? Syetan menjawab : minum arak, berzina dan membunuh. Lalu Barsisoh berkata dimana? Syetan menjawab : istilah jaman sekarang diwarjok atau warung remang-remang, Kemudian Barsisoh berangkat minum sampai mabuk setelah Barsisoh mabuk lalu menjima’ pelayan warung minuman, sedang melalukan jima’ tiba-tiba datang laki-laki yang mau minum. Barsisoh menyangka itu adalah suaminya akhirnya laki-laki tersebut dibunuh oleh Barsisoh, maka cukup tiga dosa besar dilalui oleh Barsisoh.

Hukum Islam menjawab harus diranjam, itulah kejadian Barsisoh. Setelah Barsisoh lelah datang syetan yang berbentuk ulama tadi, Barsisoh bertanya wahai ulama aku begini karena engkau, lalu bagaimana? Syetan menjawab: dimana aku ngedip engkau manggut begitu terjadi Barsisoh meninggal itulah mati

su’ul khatimah.

2. Wali Bal’am, wali sakti ilmu sihir

Cerita wali Bal’am, wali sakti ilmu sihir diajak nyihir oleh Fir’aun untuk menyihir nabi Musa, namun Bal’am menolak. Jawab ki Bal’am, Musa adalah rasul Allah sedangkan Fir’aun adalah musuh Allah, akhirnya Fir’aun tidak tinggal diam beberapa masa kemudian istrinya ki Bal’am dibawakan emas satu nampan, ki Bal’am bertanya : buat apa itu? Kata Fir’aun tidak untuk apa-apa hanya ngasih belaka. Setelah sekian lama istrinya ki Bal’am sedang senang-senangnya memakai emas pemberian Fir’aun, maka Fir’aun mengajak ki Bal’am dengan kalimat : “hei Bal’am ayo sihir si musa kata Fir’aun”. Ki Bal’am kaget ditambah bingung kalau di tolak takut dimarahin istri karena lagi senang-senangnya memakai perhiasan emas. Akhirnya ki Bal’am tertipu oleh Fir’aun, sehingga menyihir nabi Musa. Setelah disihir oleh ki Bal’am nabi Musa jadi patung. Akhirnya nabi Musa bertanya kepada Allah S.W.T. : kenapa aku jadi patung? Allah menjawab : di sihir si Bal’am akhirnya nabi Musa bertanya lagi Bal’am wali atau nabi kata nabi Musa? Allah menjawab: Bal’am adalah wali, lalu nabi Musa bertanya lagi : aku nabi atau wali kata nabi musa? Allah menjawab: kamu adalah nabi. Kemudian nabi Musa bertanya lagi : tinggi nabi atau wali? Allah menjawab: tinggi nabi. Musa berkata kalau tinggi nabi tolong kembalikan sihirnya Bal’am setelah sihir Bal’am dikembalikan maka matilah ki Bal’am itulah mati yang

su’ul khatimah.

Maka saya menghimbau ke seluruh Pembina atau Perawat Al-Hikmah dan khususnya anggota Al-Hikmah umumnya untuk muslimin muslimat hati–hati cara menggunakan ilmu jangan sampai membawa mati

su’ul khatimah buat kita.

Ilmu Al-Hikmah menurut medis begitu hebat, tanpa puasa tanpa wirid dengan perbandingan tanah lawan tanah. Artinya seluruh kenikmatan di dunia terbuat dari tanah, dan seluruh musibah juga terbuat dari tanah. Misalnya :

a. Susu nikmat, itupun kalau sudah masuk perut. Artinya susu berasal dari binatang atau tumbuhan yang terbuat dari tanah, sedangkan perut kita juga terbuat dari tanah.

b. Golok atau Senjata Api itu apabila terkena tubuh sakit, sakitpun kalau sudah masuk keperut atau kebadan kita. Artinya Golok atau Senjata Api terbuat dari tanah, sedangkan perut kita juga terbuat dari tanah. Perbandingannya, kita harus mengeraskan perut untuk melawan Golok atau Senjata Api (tanah dilawan dengan tanah).

c. Apabila sakit kepala kita minum obat. Artinya kepala terbuat dari tanah sedangkan obat juga terbuat dari tanah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Sedangkan ilmu Al-Hikmah menurut teknologi, badan kita ini tergantung kebutuhan, kalau ingin keturunan atau anak harus digerakan dengan istri. Kalau ingin ilmu harus berangkat ke majlis ta’lim, kalau ingin padi dan pisang harus digerakan dengan cangkul. Kalau kita ingin menghindar dari mahluk Allah yang akan berbuat jahat kepada kita, maka harus digerakan perut dengan sekeras-kerasnya. Hal ini khusus bagi orang yang sudah berijajah ilmu Al-Hikmah, sedangkan bagi yang belum berijajah tidak bisa.

sumber: http://muninq.com/al-hikmah.pdf 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: