Bukan Termometer

Ada seorang dokter ganteng yang sedang PTT di Puskesmas terpencil. Kebetulan, janda cantik dan tanpa anak di sebelah Puskesmas itu sedang sakit .

 

si dokter pun bergegas membawa peralatannya ke rumah sang janda. [Dan, seperti bisa ditebak, hanya ada mereka berdua di situ.]

 

Dokter bertanya “Keluhannya apa, Mbak?”

 

 “Tubuh saya panas, Dok!”

 

Dokter, “Wah, kita harus ukur dulu suhunya.”

 

Dokter kemudian meletakkan termometer itu di mulut sang pasien, namun ditunggu lima menit, air raksanya tidak mau bergerak. Bingung, si dokter pun meletakkan termometer itu di ketiak sang pasien.

lama sudah ditunggu, air raksa itu masih menolak bereaksi.

Timbul satu ide… “Mbak, coba buka pakaiannya semua ya. Sepertinya suhunya hanya akan berhasil diukur lewat (maaf -Red) dubur. Coba Mbak berbaring membelakangi saya.”

 

Tanpa daya, si Mbak yang lunglai ini pun melakukan semua perintah si doker. Sang dokter pun langsung beraksi.. tapi tiba-tiba si Mbak menjerit, “Auww!! Lubangnya salah, Dokter!! Itu sama sekali bukan lubang dubur!”

 

Si dokter muda hanya tersenyum menyeringai, “Ini juga sama sekali bukan termometer…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: