Nostradamus, Siapakah Dia ?



Nostradamus, Siapakah Dia ?
Sebagian besar dari kita telah mendengar Nostradamus,
dalam kapasitasnya sebagai peramal jitu. Tetapi dia juga seorang dokter
yang mumpuni. Dia lulus dari Universitas Avignon dan Montpellier. Pada
masanya, Ia lebih sebagai seorang dokter- Penyembuh sampar. Sebagian
besar pengetahuan kita mengenai sosok Nostradamus berasal dari
muridnya, Hean Aimes de Chavigny, yang menulis, Brief Discourse on the
Life of M. Michael de Nostradamus, Formerly counsellor and Doctor in
ordinary of the very Christian Kings, Henry II, Francis II, and Charles
IX. Buku ini diterbitkan pada tahun 1596.

Nostradamus lahir pada
tanggal 23 Desember 1503, dari sebuah keluarga berdarah Yahudi dari
suku Issacher. Suku Issacher dikenal sebagai ahli dan akurat dalam hal
pengamatan dan peramalan bulan, bintang dan benda-benda langit.
Ayahnya, Jacques de Nostradame, tinggal di kota Saint Re’my di provinsi
Provence dan membuka praktik sebagai notaris. Kakeknya dari pihak ibu,
Jean de Saint Re’my adalah seorang dokter dan astrolog terkenal, yang
mendidik Nostradamus dan mengajarinya bahasa Yunani, Latin, Agama
Yahudi, Matematika, Botani (Ilmu tumbuh-tumbuhan), Astrologi dan
Farmakologi.

Diketahui, Nostradamus memiliki 3 saudara laki-laki, Bertrand, Hector, dan Antoine; tidak banyak yang diketahui dari ketiga saudara Nostradamus ini.

Dari
Masa awal muridnya, Nostradamus diberitakan menghabiskan sebagian besar
waktunya di Perpustakaan. Dia sangat tertarik dengan ilmu nujum
(mistik) dan praktik tenaga dalam (okultisme). Orang tuanya yang
khawatir dengan keadaan ini mengirim Nostradamus ke Universitas
Montpellier untuk mempelajari ilmu kedokteran. Dia tiba disana pada
tahun 1922, usianya dikirakan mencapai 29 tahun. Tiga tahun kemudian
dia menjadi dokter, yang disahkan oleh Uskup Montpellier pada tahun
1955. Dia hampir tidak dapat mendapatkan izin praktik ketika menyusul
merebaknya wabah sampar.

Pada masa itu sampar begitu ganasnya,
sehingga bintik-bintik hitam muncul pada tubuh korban yang terjangkit.
Nostradamus dengan tanpa mengenal lelah berjuang untuk menyelamatkan
ribuan nyawa. Chavigny mengklaim bahwa, berpijak pada teori sendiri,
Nostradamus meracik tepung yang mampu memurnikan udara. Berita mengenai
keberhasilan ini segera menyebar dan kota-kota lain memohon bantuannya.
Nostradamus pun sibuk pulang-pergi kekota-kota. Kemudian, ketika wabah
sampar lenyap, dia kembali ke Montpellier untuk mengajar
mahasiswa-mahasiwa kedokteran yang lain. Pada tanggal 1513 dia menulis
buku pertamanya mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan praktik
tenaga dalam. Dia selalu menyarankan untuk menggunakan formula dan
resep aneh serta menolak menggunakan baju sihir dari tujuh warna, yang
biasa dikenakan oleh semua teman sejawaynya. Dari Montpellier dia pergi
ke Narbonne dan mengikuti kursus yang diberikan oleh pakar alkemi
Yahudi.

Topi khas dokter yang terlihat diatas kepalanya, yang
hanya dua-duanya foto yang masih tersisa, merupakan penghargaan yang
diberikan kepadanya di Montpellier.

Nostradamus meninggalkan
Universitasnya lagi pada tahun 1539 dan pergi ke Bordeaux, La Rochelle
dan Tolouse. Selama periode ini dia berhubungan dengan salah seorang
yang terpelajar di Eropa-Julius Caesar Scaliger- yang menyurati
Nostradamus, yang berbunyi bahwa dirinya telah banyak mendengar kabar
mengenai Nostradamus, dia ingin sekali bisa bertemu Nostradamus,
Nostradamus langsung memberikan jawaban. Dan datanglah undangan dari
Scaliger, yang berisi permohonan untuk datang dan tinggal bersamanya di
agen. Nostradamus menetap serta menikah disana dengan seorang gadis
cantik bernama Adriela Loubejac. Ia dikaruniai seorang putra dan
seorang putri. Tiga tahun setelah kelahiran putra-putrinya merupakan
masa-masa kebahagian bagi dirinya. Tetapi kemudian muncullah
malapetaka. Lagi-lagi sampar mewabah. Istri dan anaknya turut menjadi
korban. Meskipun Ia berjuang mati-matian, Dia tetap saja tidak mampu
menyelamatkan nyawa mereka. Setelah kejadian ini majikannya memecat
Nostradamus. Siapakah yang memerlukan seorang dokter yang untuk
menyelamatkan nyawa istri dan anaknya saja tidak kuasa ? sedangkan pada
saat yang bersamaan saudara-saudara iparnya sibuk memperkarakan harta
gono-gini istrinya ke pengadilan. Beberapa masalah lain pun muncul
bertubi-tubi.

Dia
berkelana tanpa tujuan 6 tahun berikutnya (1538-1544), selama periode
penuh duka lara inilah, bakat indera keenamnya mulai menunjukkan
kekuatannya. Muridnya, Chavigny, mengatakan bahwa pada suatu ketika,
tatkala menyaksikan seorang anak muda dari keluarga rakyat jelata,
Fellice Peretti, Nostradamus turun dari keledainya dan bersujud di
hadapannya. Ketika ditanya mengapa dia melakukan hal ini, dia menjawab,
"karena aku harus sujud dihadapan KesucianNya." orang-orangpun lebih
terheran-heran. Semenjak itu, kejadian tersebut teringat kembali pada
tahun 1985 ketika, si anak muda itu (belakangan dikenal sebagai
Kardinal Monalto) menjadi Paus Sixtus V (Nostradamus sendiri telah lama
meninggal dunia). Setelah kejadian itu, satu-persatu kejadian lain yang
diramalkannya pun terbukti kebenarannya. Nama Nostradamus pun mulai
dikenal oleh orang banyak.

Detik-detik kematian sang peramal jitu, Nostradamus
Masa belajar yang panjang telah menggerogoti tubuh Nostradamus dan dia menderita Gout (persendian bengkak dan nyeri) yang berkembang menjadi dropsy
(gout berat). Pada tanggal 1 Juli 1566 tidak lama setelah bepergian ke
Arles sebagai utusan Salon, Nostradamus memanggil sebuah Pendeta,
sebagai saksi yang mendengar pengakuan terakhirnya dan mengucapkan do’a
terakhir dibawah bimbingan sang Pendeta. Pada malam harinya, ia
memberitahukan kepada asistennya yang selama sakit terus menemani dan
merawatnya;

Kamu tidak akan menjumpaiku lagi pada saat terbitnya matahari esok…

Keesokannya
dia ditemukan terbujur sekarat di atas lantai, pada posisi menyilang
pada bangku yang biasa dia gunakan untuk naik dan turun dari tempat
tidur. Sesuai pesannya sebelum meninggal, mayat Nostradamus pun
dikuburkan dalam posisi berdiri, di dalam lubang pada dinding Gereja Cordeliers.

Dia
hidup selama 62 tahun, 6 bulan dan 17 hari. Dia meninggal dunia di
Salon pada tahun 1566. Generasi berikutnya tidak lagi mengusik
ketenangannya. Anne Ponsarde Gemelle, berharap
suaminya mendapat kebahagian abadi. Belakangan sisa-sisa mayatnya
dipindahkan ke tempat yang lebih terhormat di dalam Gereja. Saat ini,
makam Nostradamus ditempatkan di dalam Gereja St. Laurent.

Setelah
kematiannya, puteranya Caesar, mencoba mengikuti jejak langkah ayahnya
tetapi tidak membuahkan hasil. Dalam keputus-asaannya Caesar
mengumumkan bahwa kota Vivarais akan ludes dilalap api, dan untuk
memastikan bahwa ramalannya benar, dia membakarnya sendiri tetapi dia
ditangkap dan dibunuh oleh pasukan Kerajaan.

Beberapa nama panggilan Nostradamus yang berkembang di masyarakat dunia dan pengagumnya;
Nostradomus,
Nostrodamus, Nostradamas, Nostradamos, Nostradomas, Nastradamus,
Nostradamous, Notradamus, Nostradomis, Nostradamis, Nostredamus,
Nostadamus, Nostrodamas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: