Archive for January, 2007

Sentimen Positif dan Bangkitnya Sektor Riil

KEBANGKITAN ekonomi sebuah negara membutuhkan dukungan kondisi makro yang menunjang. Kondisi itu dapat berupa tingkat inflasi yang relatif rendah, kurs mata uang yang menguat, dan pertumbuhan ekonomi yang semakin mantap.

Meskipun dibayang-bayangi tragedi di sana-sini, memasuki hari-hari pertama 2007, sekurang-kurangnya ada tiga sinyal positif yang dapat mendatangkan inspirasi.

Pertama, pemerintah telah mengumumkan bahwa inflasi sepanjang 2006 tercatat ‘hanya’ sebesar 6,6%. Ini sebuah angka yang menggembirakan. Menggembirakan karena angka ini tidak saja jauh lebih rendah daripada tingkat inflasi 2005 sebesar 17,11%. Namun, juga lebih rendah daripada yang ditargetkan pemerintah sendiri, yakni sebesar 8%.

Kedua, nilai tukar rupiah sempat menciptakan keseimbangan baru dengan menembus batas psikologis Rp9.000 per dolar Amerika Serikat (AS), yang dalam setahun terakhir menjadi benchmark perdagangan valuta. Dalam tiga hari pertama 2007, rupiah sempat diperdagangkan pada level Rp8.940 hingga Rp8.990 per dolar AS, meskipun kemudian kembali lagi ke kisaran Rp9.000 per dolar AS.

Ketiga, Bank Indonesia (BI) menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,50%.

Memang terlalu dini untuk menyimpulkan tiga indikator itu pertanda bahwa setelah terpuruk selama hampir satu dekade, ekonomi Indonesia akan segera pulih. Juga terlalu terburu-buru bila dikatakan kondisi ini otomatis akan menggerakkan sektor riil.

Namun, para pelaku ekonomi baik pemerintah maupun swasta hendaknya tidak membiarkan momentum ini berlalu begitu saja. Karena, betapa pun lemahnya, sinyal positif itu dapat menjadi inspirasi untuk mencetuskan energi baru, pendorong kebangkitan di semua sektor perekonomian. Terutama sektor riil.

Semua paham bahwa selama beberapa tahun terakhir, sektor ini mengalami mati suri. Angka-angka makro yang optimistis telah diketengahkan. Namun, semua itu tidak ada artinya. Sebab dampaknya tidak dapat dirasakan oleh masyarakat luas dalam bentuk peningkatan kesejahteraan. Dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas tidak terjadi karena sektor riil tidak bergerak.

Majalnya sektor riil juga telah menciptakan kemajalan berikutnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran dan pemberantasan kemiskinan. Karena itu, sinyal perbaikan atas makroekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi riil masyarakat.

Untuk itu, dunia usaha dan sektor perbankan harus mendukung. Penurunan BI rate yang baru saja dilakukan diharapkan terus berlanjut pada 2007. Itu penting mengingat penurunan suku bunga BI dalam 2006 nyatanya tidak berdampak pada penurunan suku bunga kredit perbankan nasional. Itu tidak boleh terjadi lagi tahun ini.

Sudah tepat bila Kepala Negara mendesak Bank Indonesia dan perbankan nasional agar terus menurunkan suku bunga sehingga dapat memompa pertumbuhan di sektor riil.

Lebih dari itu, pemerintah harus mampu mengelola persepsi positif yang muncul di awal tahun ini sebaik-baiknya. Ia harus menjadi sentimen positif dan spirit pergerakan pasar serta seluruh aktivitas perekonomian setahun ke depan. Itulah kunci bagi bangkitnya kembali ekonomi nasional.

sumber: Editorial Media Indonesia (Sabtu, 06 Januari 2007)

TO DO LIST 2007

Copy paste milis tetangga
PELAJARAN $25,000.00 YANG MENGHASILKAN JUTAAN DOLAR

Ivy Lee biasa bekerja sebagai konsultan di New York City. Di antara para pelanggannya adalah Rockefeller, Morgan, Du pont dan perusahaan besar lainnya.

Pada suatu hari, Charlie Schwab dari Betlehem Steel Co, meminta Lee untuk menjadi konsultannya. Schwab mengatakan, "Kalau Anda bisa menunjukkan cara bagaimana menyelesaikan segala sesuatu… kami akan membayar berapa pun yang Anda minta.

"Baik, dalam 20 menit saya akan memberikan pelajaran kepada Anda sehingga Anda bisa berbuat lebih banyak besok."

"Baiklah," ujar Schwab. "Saya punya waktu 20 menit untuk mendengarkan. "

Lee menarik selembar kartu arsip dan menyerahkannya kepada Schwab serta berkata, "Gunakan sepuluh menit setiap malam untuk mengingat kembali pekerjaan Anda di hari itu. Tanyalah diri Anda, apa yang saya lupakan, terbengkalai atau kacau?Tindakan khusus apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari kekacauan itu di masa mendatang? Apa yang bisa kulakukan untuk meningkatkan pekerjaan hari ini?". Lalu gunakan lima menit untuk mencatat di kertas ini tentang enam hal yang paling perlu untuk dilakukan besok." Untuk penjelasan ini diperlukan delapan menit.

"Sekarang ," lanjutnya."Berilah nomor sesuai dengan tingkat kepentingannya. " Tiga menit lagi berlalu. "Selanjutnya, " kata Lee lagi, " Masukkan kartu ini di saku dan yang pertama-tama Anda lakukan besok pagi adalah melihat butir pertama dan mulailah mengerjakannya. Lihatlah butir satu setiap saat sampai Anda berhasil menyelesaikannya. Lalu garaplah butir kedua dengan cara yang sama. Lalu yang ketiga. Lakukan hal itu sampai selesai, lalu coretlah butir yang telah berhasil Anda selesaikan."

"Sediakan lima menit setiap hari untuk membuat "DAFTAR KEWAJIBAN" tentang tugas-tugas mendesak esok hari. Selesai menjalankan metode ini, suruh semua pegawai-pegawai kunci untuk juga melakukan hal yang sama. Cobalah metode ini selama Anda suka, lalu kirimkan cek jika telah di dapat manfaatnya."

Schwab mengirimkan cek senilai US$ 25,000.00 dengan memberikan catatan, "Pelajaran singkat yang tampak sederhana ini adalah pelajaran paling praktis yang pernah saya dapatkan selama hidup. Pelajaran ini menciptakan motivasi bagi saya untuk menelepon, suatu tindakan yang selalu saya tunda selama sembilan bulan. Tindakan saya menelepon ini membuat saya mendapatkan pesanan yang memberikan keuntungan bersih dua juta dolar. Saya menjelaskan pelajaran penting ini kepada setiap eksekutif dan membuat Betlehem Steel Co menjadi penghasil baja paling besar dan independen di dunia. Pelajaran ini lebih berharga dibandingkan berbagai rapat yang saya lakukan bersama berbagai eksekutif mahal."

Berikut ini adalah apa yang dikatakan para orang besar mengenai pelajaran ini:

"Saya tidak mau memulai produksi, kalau belum mempunyai panduan tugas.. daftar tertulis tentang apa yang harus dilakukan setiap hari."
Walter Chrysler

"Tidak ada eksekutif yang berharga, kalau ia belum membuat daftar secara tertulis."
Henry Ford

Henry Kaiser tidak akan mempekerjakan eksekutif senior yang tak punya kebiasaan menjadwalkan acaranya dalam bentuk tulisan. Begitu juga dengan Thomas Watson dan Lord Nortclift.

Dr. Charles dan Dr.William Mayo dari Mayo Clinic, mengakhiri setiap hari kerja mereka dengan menulis daftar tugas hari berikutnya. Begitu juga dengan Clifford Holland dari Holland Tunnel Fame, Fred Ecker, presiden Metropolitan Life setiap hari menghadapi notes bertuliskan "untuk dikerjakan hari ini".

Let’s make a "To Do List" for 2007