Kisah si Dengki

Ada sebuah cerita jaman dahulu kala tentang seorang yang selalu iri dan dengki terhadap tetangga sebelahnya. Tuhan menyuruh seorang malaikat menguji orang ini. Tuhan akan mengabulkan 3 permintaan si Dengki, akan tetapi tetangganya akan diberi 2 kali lebih banyak. Dengan menjelma sebagai manusia, malaikat ini mendatangi si Dengki dan menyampaikan ujian Tuhan ini.

“Okey, ujian yang bagus” jawab si Dengki. “Permintaan pertama, butakan satu mata saya dan tulikan satu pendengaran saya, dan buat saya setengah bisu”. Dapat diterka, kedua mata tetangganya menjadi buta, pendengarannya menjadi tuli total dan juga menjadi bisu total.
“Permintaan kedua, beri saya rumah yang besar dengan 20 kamar”. Kemudian si Dengki termenung sambil tersenyum, senyum kemenangan. Bisa dibayangkan, susahnya hidup tetangganya yang sudah jadi buta, tuli dan bisu punya rumah dengan 40 kamar.
“Permintaan ke tiga, saya minta dikabulkan 3 permintaan berikutnya yang tidak dikaitkan dengan tetangganya.” Lalu dia tersenyum. Karena dia masih punya 3 permintaan yang harus dikabulkan Tuhan yang tidak dikait-kaitkan dengan tetangganya.

“Permintaan pertama, sembuhkan saya dari buta, tuli dan setengah bisu” lanjutnya.
“Permintaan kedua, adalah 20 orang wanita cantik.” Si Dengki tersenyum lagi.
“Permintaan ke tiga, saya minta kasih kesempatan 3 permintaan yang harus dikabulkan lagi”.
Si Dengki selalu bisa minta terus menerus karena permintaan ke tiganya selalu permintaan yang mengulang, seperti proses iterasi atau looping. Si Dengki bisa memperoleh keuntungan yang besar.

Tetangganya bagaimana? Dia walaupun dia dikasih
kesempatan untuk meminta 6 permohonan, tetapi karena bisu, maka kesempatan itu tidak berguna.

Inti cerita: pertama kalau anda mau unggul dalam masyarakat, maka anda harus berfikir di luar pola-pola yang ada, thinking outside the box. Kedua, kalau berhadapan dengan orang yang dasarnya jahat, jangan pakai aturan, karena dia akan bisa menggunakan aturan untuk kejahatannya. Kalau ini dikaitkan dengan kejahatan korupsi, mafia peradilan, anda tahu arahnya cerita. Saya meragukan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh para politikus bisa dibasmi kalau kita masih menggunakan aturan. Apalagi aturan-aturan itu mereka yang membuat. Jadi jangan heran kalau sudah hampir 10 tahun era reformasi, Indonesia tidak kemana-mana, kalau tak mau disebut lebih buruk. Kalau ada yang mengatakan bahwa perekonomian membaik dan investor mau menanakan modalnya di Indonesia yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG)
dari 320an 3 tahun lalu ke 1550an beberapa minggu lalu, anda perlu teriaki: “pang sai!”.

Kita akan lihat analisa di bawah ini.
Kembali kepada cerita/dongeng di atas, ada hikmah yang mau saya tekankan bahwa dalam situasi yang bagaimana saja, dihadapkan dengan aturan apa saja, kalau kita cerdik, jeli dan berpikir serta memandang persoalan di luar kebiasaan awam, kita akan sukses.
Jangan ambil pelajaran jahatnya lah. Dalam bidang investasi saya sudah menanti koreksi tajam di bursa saham dan ekonomi ini sejak 3 tahun lalu. Inilah wujudnya yaitu highly leveraged portfolio bear market.

Evaluasi Ekonomi dan Bursa

Beberapa minggu bursa dunia terkena badai, jatuh bagai air terjun. Hal ini tidak terlalu mengejutkan bagi pembaca KSC, karena sejak February 2006, saya sudah memperingatkan. Badai di bursa dunia ini lingkupnya bukan hanya US, tetapi dunia. Yang terparah adalah bursa Dubai (-58.5%) disusul oleh Saudi Arabia (-43.3%).
Gila!! Anda tahu yang tidak kena badai? Bursa Nigeria, hanya -0.2% saja. Anda tahu kenapa? Karena spekulator jijik menyentuh Nigeria. Opini saya tidak berubah sejak pertemuan KSC tahun 2003 , kenaikan bursa selama ini bukan karena pemulihan ekonomi tetapi pemanfaatan kebijakan moneter yang longgar ke spekulasi bursa saham, bond, komoditi dan real-estate. Kebohongan para politikus di pemerintahan di dunia ini yang menampilkan angka-angka statistik ekonomi yang telah dimanipulasi, tidak bisa terus menerus. Sekali dua kali menipu, mungkin bisa berhasil, tetapi lama kelamaan yang ditipu pun tidak akan percaya.

Ekonomi dunia dimotori oleh konsumsi di US. Dan ekonomi di US selama beberapa tahun ini digerakan oleh ekstraksi ekuiti di sektor perumahan. Sektor real-estate inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi US. Selebihnya sudah dipindahkan ke India dan Cina. Hanya sektor ekonomi ini yang tidak bisa dipindahkan ke Cina. Kalau sektor ini jebol maka jebol lah semua. Pada saat properti sudah sulit laku, perkerja seperti broker properti, pemborong/developer, pedagang bahan bangunan, pegawai mortgage akan menganggur. Kemudian mereka mengurang konsumsi dan seterusnya akan merambat
kemana-mana. Cepat atau lambat sektor properti ini akan jebol, dan sudah nampak.
Persoalannya apakah meletup atau secara perlahan-lahan mengepis. Ada yang berargumen bahwa Australia dan Inggris punya persoalan yang sama, tetapi real-estate bubble tidak meledak, melainkan secara teratur mengempis. Ini yang menjadi ketidak pastian. Ketua the Fed yang baru bukan orang pasar, melainkan seorang akademik. Saya
meragukan Ben Bernanky bisa mengelakkan ekonomi US dan dunia dari resesi. Dari beberapa ucapan Ben akhir-akhir ini, the Fed akan menaikkan suku bunganya. Masalahnya ialah semua bank sentral di dunia menaikkan suku bunganya, Cina, Korea, Thailand, Afrika Selatan, India, Turki, ECB,…., dan Bank of Japan sudah mewanti-wanti akan menaikkan suku bunganya. Khusus untuk Bank of Japan, sebagai sumber dari inflasi dan Yen carry trade, mereka sudah mewanti-wanti jauh-jauh hari akan adanya kenaikkan suku bunga, dengan harapan supaya para carry traders mulai secara teratur
menghentikan aktifitasnya. Tetapi pesan Bank of Japan ini malah disambut dengan panik. Yang diinginkan bank-bank sentral, mungkin bukan crash landing tetapi soft landing.
Jangan menganggap remeh kenaikan suku bungan Bank of Japan, karena kenaikkan 1%, berdampak naiknya nilai Yen, misalnya 10%. Ini berarti untuk para carry trader yang menginvestasikan di US bond akan ludes semua keuntungannya dari yield yang sekitar 5%. Malah rugi. Itulah sebabnya, pengumuman kenaikkan suku bunga Bank of Japan disambut dengan senewen.

Kita akan lihat nanti pada awal tahun 2007, ada peluang yang tinggi untuk terjadi gagal bayar di sektor real-estate US dan beberapa sektor lain dalam ukuran yang tidak bisa terlewatkan oleh media masa.

KSC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: