Perbedaan BMG & USGS ttg Penentuan Skala Gempa Jokja

Selang bbrp menit setelah gempa BMG membuat press release. Namun
sebelum press release itu sampai ke media massa, BMG mendapat telpon
dari USGS (BMG-nya AS).

Staf USGS mengatakan, "Gempa di Indonesia/Pulau Jawa itu mencapai 6,3
Skala Richter" Press Release BMG waktu itu menuliskan 5,9 Skala
Richter. Terjadilah sedikit perdebatan antara BMG dan USGS.

Staff BMG mengatakan, "Di alat kami terdeteksi 5,9" ….". Sementara
pihak USGS bersikeras bahwa gempa tadi mencapai 6,3 SR. Dengan
sedikit sombong staf USGS tadi mengatakan bahwa peralatan yang
dimiliki oleh USGS jauh lebih canggih dan terpasang pada posisi yang
bisa dipertanggung jawabkan dan bisa dikonfirmasikan dari data yang
tercatat di beberapa lokasi.

Akhirnya Menteri Perhubungan turun tangan untuk menyelesaikan
perdebatan itu. "Sorry Mister, saya harus juga mengecek dengan
parameter yang lain
di Indonesia. So you can’t intervensi begitu saja,
OK?" akhirnya selesailah perdebata itu untuk sementara.

Karena kebetulan waktu itu pejabat negara yang bisa ditelpon oleh
Menhub cuma Mendiknas. Bertanyalah Menhub, "Pak Bambang … ini gimana
nih pihak USGS kan kasih deteksi 6,3 SR. sementara alat kita pun
kayaknya masih tepat ukur, tapi hanya terdeteksi 5,9 SR"

Mendiknas kasih jawaban gini, "Gini Pak Hatta … kalo kita ikut
standardnya USGS dari USA itu … ntar murid-murid kita yang tidak
lulus UNAS semakin banyak ….".

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: