Orang Afrika Pandai Menangkap Kera, Orang Melayu Pandai Menjinakkan Gajah…

Konon sejak jaman primitif purba, orang-orang di Afrika sudah pandai menangkap kera. Di pohon-pohon yang besar mereka membuat dua lubang yang satu besar dan yang lain kecil. Lubang yang besar dipakai untuk mengeruk isi pohon sehingga pohon menjadi berongga, melalui lubang yang besar pula rongga diisi dengan makanan-makanan yang disukai kera seperti pisang dlsb., kemudian lubang yang besar ini ditutup rapat dengan kayu yang lain. Lubang yang kecil dibiarkan terbuka sehingga dari lubang inilah kera dapat melihat makanan-makanan kesukaannya ada di dalam pohon, maka dijulurkannya tangannya kedalam untuk mengambil makanan. Tetapi kera-kera tidak puas hanya menjulurkan satu tangan, mereka menjulurkan dua tangannya dan berusaha memegang sebanyak mungkin makanan yang ada di dalam pohon, apa akibatnya ?.

Dua tangan kera yang penuh dengan makanan menjadi tidak bisa ditarik keluar melalui lubang yang sempit, tetapi kera tidak berpikir untuk melepaskan salah satu tangan atau mengurangi makanan yang sudah digenggamannya – maka kera-kera inipun terjebak tidak bisa lepas dari lubang sempit karena keserakahannya mengalahkan kecerdasannya yang memang sangat minim. Saat itulah manusia purba sudah dengan mudah dapat menangkap kera-kera ini.

Lain orang Afrika purba – lain pula dengan orang Melayu. Di tanah Melayu dari dahulu banyak gajah. Karena badannya yang sangat besar, gajah adalah raja hutan yang sesungguhnya. Meskipun yang mendapat sebutan raja hutan adalah harimau atau singa, gajah tetap tidak pernah tunduk dan takut pada harimau ataupun singa. Tetapi  gajah dengan mudah ditaklukkan oleh orang-orang Melayu, bagaimana caranya ?.

Awalnya memang sangat sulit menangkap gajah liar, mereka diburu beramai-ramai dengan berbagai peralatan. Begitu tertangkap mereka diikat dengan rantai-rantai besi yang sangat besar untuk bisa mengalahkan kekuatannya. Dalam kondisi terantai inilah gajah ‘didoktrinasi’ oleh manusia yang menangkapnya untuk nurut disuruh ini itu. Bila menurut disuruh melakukan sesuatu, maka gajah ini diberi kacang kesukaannya, bila menolak maka dicambuklah dia. Melaui teknik yang oleh orang modern kini disebut reward and punishment inilah gajah akhirnya tunduk pada kekuatan manusia yang jauh lebih kecil fisiknya.

Ketika gajah mulai behasil dijinakkan, maka tidak lagi diperlukan rantai yang besar untuk mengikatnya – bahkan tanpa rantai-pun gajah sudah tidak lagi melawan atau berusaha memerdekakan diri. Yang sangat menyedihkan lagi bagi masyarakat gajah, ketika mereka beranak pinak – anak-anak mereka-pun sudah tidak berani berontak terhadap manusia yang menguasainya. Mereka menjadi penurut untuk berbuat apa saja yang dikehendaki pawangnya, mereka mau berbuat apa saja meskipun tidak mengerti makna dari perbuatannya – bahkan disuruh bermain sepak bola yang hanya bisa dipahami oleh manusia-pun mereka mau lakukan !.

Ada dua pelajaran penting dari kekalahan dua jenis binatang tersebut dari kekuatan kecerdasan manusia, si kera mudah di tangkap oleh manusia karena keserakahannya lebih besar dari akalnya. Sedangkan si gajah biar badannya amat sangat kuat dibandingkan manusia, mereka akhirnya ditundukkan oleh manuia karena rasa takut-nya (takut tidak mendapatkan reward dan takut kena punishment) yang juga melebihi kemampuan akalnya.

sumber: http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=644:orang-afrika-pandai-menangkap-kera-orang-melayu-pandai-menjinakkan-gajah&catid=34:enterpreneurship&Itemid=86

About these ads

2 responses to this post.

  1. manusia itu mahluk yang paling sempurna jug mahluk yang paling hina..

    Reply

  2. hehe, selain informatif, seru juga ya artikel di atas… salam kenal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: