Pro Kontra Batik Fractal: Kombinasi Seni, Sains, dan Teknologi

http://pxlpplproject.com/images/riset6.jpg

Batik Fractal is a traditional batik motif rewritten in mathematical form. First, the original motif is being rewritten in fractal form and then can be iterated to give more complex form or change the formula to have different form as desire. The output can be applied on fabrics using traditional batik technique or the raw data material itself can be use for further elaboration such as for laser machine, rapid prototyping machine or multimedia. Batik Fractal is an example of generative art.

-

Dalam kerangka acara “Mathematical Challenge Festival” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) ITB, diselenggarakan seminar “Mathematics in Batik Fractal”, aplikasi matematika dalam software pembuatan batik, Minggu (23/11). Salah satu pembicara, Yun Hariadi, banyak menjelaskan mengenai bagaimana pola batik dapat dipetakan dengan matematika dan diterjemahkan ke dalam software sehingga dapat menciptakan pola-pola yang baru.

http://pxlpplproject.com/images/riset1.jpg

Berangkat dari teori Chaos, yaitu teori yang membahas kesensitifan pada kondisi awal, Yun beserta Tim berhasil mengaplikasikan matematika dalam software JBatik. Disebutkan bahwa fraktal muncul sebagai tanda keteraturan dalam kekacauan (chaos) dalam suatu sistem yang kompleks. Salah satu cara untuk memahami fraktal adalah dengan menggunakan penggaris dimensi fraktal yang membutuhkan geometri baru, geometri yang mampu mengakomodasi konsep tentang kesamaan diri (Geometri Fraktal, Mendelbrot 1967). Geometri fraktal mengakomodasi objek yang berdimensi pecahan, misalnya 0.7, 1.5, atau 2.75. Dengan penggaris dimensi fraktal, tingkat fraktal suatu benda dapat dibandingkan. Dalam penjelasannya, hasil perhitungan dimensi fraktal pada batik dengan sampel 200 motif batik menunjukan bahwa batik memiliki dimensi fraktal 1.5. Hal ini menunjukan bahwa motif batik tidak cukup digambarkan oleh benda berdimensi satu namun berlebihan jika digambarkan benda berdimensi dua.

http://pxlpplproject.com/images/riset2.jpg

Faktor yang berperan besar menghadirkan fraktal pada batik adalah teknik dekoratif yang berhubungan dengan makna simbolis pada batik, yaitu isen atau mengisi motif besar dengan motif kecil yang mirip dengan kesamaan diri pada fraktal. Kehadiran fraktal dalam batik menunjukan bahwa batik merupakan suatu sistem yang kompleks, hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Manusia memahami alam lingkungan dan menerjemahkannya dengan melukis pada kain dengan teknik batik. Dari sini dapat dilihat bahwa terdapat keterhubungan antara teknologi, sosial, budaya, dan kepercayaan yang menyebabkan batik memiliki unsur fraktal. Dalam perkembangannya, batik banyak mendapat pengaruh kebudayaan-kebudayaan. Namun demikian, seperti yang dikatakan Yun, batik tetap mampu mempertahankan dimensi fraktalnya pada sekitar 1.5.

Dalam software JBatik, software yang mendesain pola batik, mula-mula gambar batik diolah dan dibuat distribusi frekuensinya. Kemudian dimensinya dihitung dan dibuat fraktalnya. “Dari satu rumus saja, bisa dihasilkan banyak motif desain,” ujar Yun.

Software JBatik sebagai kombinasi seni, sains, dan teknologi telah mendapat penghargaan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008, kategori “Tourism and Hospitality” di Jakarta; penghargaan luar biasa dari UNESCO, Bangkok, Thailand; 100 Best Indonesia Innovations2008, Istana negara, Jakarta; dan Indonesia ICT Award

http://pxlpplproject.com/images/riset5.jpg

Cara Membuat

Sebelum membuat batik, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengukur DNA batik tersebut. Mereka mengukur keteraturan motif dan ciri khas batik dengan menggunakan alat yang disebut Dimensi Fractal. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya disebut DNA batik.

“Ambil contoh motif parang rusak dari Yogyakarta. Pertama-tama, motif batik tersebut ditransformasikan dalam rumus matematika fractal dengan bahasa L System. Rumus tersebut kemudian dimodifikasi dengan mengubah parameter-parameternya sehingga menghasilkan rumus yang lebih kompleks dan rumit,” jelas Nancy. Selanjutnya, rumus tersebut diolah dengan program jBatik, sebuah aplikasi yang dibangun dengan basis open source software.

Rumus ini akan menghasilkan gambar motif batik yang berbeda dari motif asli. Desainer dapat terus mengubah parameter rumusnya sehingga gambar yang dihasilkan sesuai dengan estetika desainer. Setelah desainer mendapatkan motif yang diharapkan, motif tersebut kemudian diberikan kepada pembatik tradisional untuk dicanting di atas kain.

Menurut Nancy, proses pembatikan masih menggunakan proses tradisional, yaitu dengan cap atau canting, dan menggunakan malam (semacam tinta untuk menulis batik) serta proses pewarnaan dengan pencelupan sehingga kualitas dan nilainya tak kalah dengan batik tradisional.

Ia mengatakan setiap batik di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri. Ia mencontohkan batik Pekalongan. Menurutnya, ciri batik dari daerah tersebut penuh dengan motif. Ini merupakan akibat dari pengaruh masuknya pedagang China, Arab, dan Belanda ke daerah Pekalongan, katanya.

Lalu, bagaimana motif batik Solo dan Yogyakarta? Motif batik Solo dan Yogya mencederung teratur dan menoton. Hal ini melambangkan keteraturan yang bersumber dari wilayah keraton, tuturnya. Motif batik pesisir daerah pesisir menurutnya lebih bebas. Namun, motif batik Madura cukup teratur.

Hingga Milan

Salah seorang anggota Pixel Project, Lucky, mengikuti 10th Generative Art International Conference yang diselenggarakan oleh Politecnico Air di Milano, Desember 2007 lalu. Pengunjung dan peserta konferensi tersebut adalah seniman komputasi, desainer, arsitek, ilmuan matematika, dan lainnya.

“Respon peserta di sana cukup baik. Dengan keberangkatan kami ke Milan, Indonesia sudah masuk dalam pemetaan perkembangan seni, sains dan teknologi terkini di dunia internasional,” tutur Nancy.

Sedangkan di dalam negeri, Nancy mengakui, respon yang diperolehnya sangat beragam, mulai dari yang positif sampai negatif. “Tetapi perbedaan ini membuat kami tambah semangat untuk menciptakan karya baru dan mengeksplorasi potensi batik,” tuturnya.

“Harga batik fraktal berkisar dari Rp. 500.000 Rp. 2.000.000 per potong. Semuanya tergantung desain dan bahan. Sampai saat ini, kami belum membuat desain terumit karena biaya pembuatan yang sangat mahal,” akunya. Itu juga karena mereka melayani pemesanan batik satu persatu. Salah satu pelanggan setianya adalah Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman.

Saat ini, Pixel Project telah menghasilkan 15 desain utama yang dapat dikembangkan menjadi ribuan varian desain. Ke depan, motif batik apapun dapat dibuat rumus matematikanya ibarat kode DNA. Dengan bantuan teknologi, metode batik fractal tak hanya mewariskan seni dan fisik batik, melainkan ibarat mewariskan “:ruh” batik itu sendiri.

Pro Kontra batik Fractal vs Batik Tradisional

Dalam ranah pembicaraan tentang batik Indonesia, masih banyak pertentangan tentang munculnya batik fractal, yang dikhawatirkan oleh sebagian orang katanya akan mengganggu dan dapat merusak motif-motif batik tradisional. Untuk membuktikan bahwa batik fractal dapat  menggangu atau merusak batik-batik tradisional mungkin bisa saya katakan pernyataan tersebut terlalu dini, kiranya kita harus lebih arif dan bijaksana untuk melakukan pengkajian lebih dahulu.

Proses pembuatan batik tradisional yang kita tahu berdasarkan teks dari buku-buku bahwa konon nenek moyang kita dalam membuat batik harus melewati ritual, berpuasa, semedi dan dengan membaca sebaris mantera-mantera atau do’a agar batik yang dibuatnya bisa memberikan manfaat. Ragam hiasnya dibuat dengan penuh makna filosofis yang cukup tinggi.

Cerita tentang pembuatan sehelai kain batik tersebut mungkin benar dan kenyataannya bahwa batik Indonesia masih eksis sekarang ini dikarenakan nilai estetis yang dikandung pada keindahan batik tradisional Indonesia sangat luar biasa. Beberapa daerah di sebagian wilayah Indonesia memiliki akar budaya batik yang yang sangat luhur dan sangat beragam, tidak ada di negara manapun yang memiliki kekayaan ragam hias batik seperti yang ada di Indonesia, maka sudah sangat pantaslah bila batik merupakan warisan budaya tak benda (Intengable culture heritage humanity) dari Indonesia seperti penghargaan yang telah diberikan oleh Unesco pada tanggal 2 Oktober 2009 yang baru lalu. Penghargaan Unesco yang diberikan untuk Indonesia bukan karena banyaknya corak dan ragam hias batik yang dimiliki, namun karena nilai estetis pada lembaran-lembaran batik dan karena batik masih digunakan, dilestarikan oleh sebagian masyarakat Indonesia secara turun temurun.

BATIKRAME

Berdasarkan pengamatan saya di dunia batik pada saat sekarang ini, tanpa hadirnya batik fractal-pun, telah banyak berkembang batik-batik kontemporer yang unsur motifnya tidak menggunakan  ragam hias batik-batik tradisional.  Justru yang lebih membahayakan sebenarnya adalah membanjirnya produk-produk tekstil yang bercorak batik banyak kita temui dipasaran, serta nekat dituliskan label “Batik Tulis Halus” atau “Batik Sutra Halus” dengan jelas pada produknya, padahal yang sebenarnya dibuat dengan teknik sablon/printing serta bahannya terbuat dari polyester.

Banyak sekali ragam hias dan corak batik-batik tradisional yang cukup memiliki makna filosofis yang luhur dan tinggi di sablon dengan teknik sablon yang asal dan dijual dengan harga yang sangat murah. Kita semua termasuk pemerintah tidak bisa berbuat banyak, protes sering disampaikan di berbagai media namun tidak ada perlindungan dan tindakan yang tegas. Paling tidak, harapan dari saya adalah ada anjuran atau pemberian sangsi oleh pemerintah bagi industri tekstil jangan mencantumkan kata-kata “kain batik halus” pada kain tekstil (printing machine/hand print) berbentuk meteran/gulungan, tapi seharusnya menyebutkan “kain tekstil bercorak batik”. Kalau mencantumkan kata “Batik Halus” padahal kenyataanya tekstil bercorak batik berarti produsen telah melakukan tindakan kebohongan publik atau penipuan yang akan bisa dijerat dengan pasal-pasal pelanggaran hukum.

Komunitas produsen dan pengguna batik fractal ini masih sangat sedikit sekali bila dibandingkan dengan motif-motif batik tradisional yang ada, namun tidak menutup kemungkinan bilamana tingkat ketertarikan konsumen semakin tinggi yang diiringi dengan banyak bermunculannya software-software komputer yang dapat membantu dan mempermudah perancangan desain fractal maka akan bermunculan desain-desain batik fractal yang beragam.

Bila mengamati batik fractal, setidaknya bisa kita dekati dengan melihat bahwa batik fractal adalah hanya sebagian kecil dari pengembangan desain-desain batik secara keseluruhan.  Kita bisa menilainya hanya bagian dari kegiatan kreatif semata (creative activity), mungkin pula ada yang menilai sebagai suatu seni (art activity). Batik Fractal bila dilhat dari aktivitas dan karya, bisa dipastikan bahwa dapat didudukkan  dalam suatu tempat yang objektif, yaitu sebagai suatu kegiatan riset yang menekankan segi inovasi, eksperimentasi dan kreativitas. Ada juga yang mengatakan bahwa kegiatan pengembangan batik fractal adalah wujud dari penggabungan teknologi, sains, art dan economy.

Menurut Agus Sachari dosen FSRD- ITB mengatakan “Dalam konteks keilmuan yang lebih makro, kegiatan desain secara luas hakikatnya terbentuk sebagai paduan antara sains, seni, dan teknologi. Ketiga unsur pembentuk ini berlangsung sinergis dengan perkembangan zaman dan cabang dan disiplin keilmuan desain. Pada kegiatan yang bermuatan estetik cukup besar, maka nuansa keilmuan seninya tentu semakin kental, seperti pada desain perhiasan, pakaian, ilustrasi, desain kriya, dsb.”. Sehingga menurut saya terjadinya batik fractal telah sejalan dengan  fenomena yang ada bahwa kegiatan mendesain termasuk batik adalah akibat pola berpikir manusia yang lebih maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada dan akan bisa bersinergi dengan kegiatan manusia yang sebelumnya pernah dikerjakan.

Kreatifitas yang dilakukan oleh komunitas penggagas batik fractal hendaknya kita dukung, diakarenakan dampak ekonomi yang nyata adalah bisa memberikan lapangan kerja baru, setidaknya akan bermunculan jasa programmer-programmer desain batik fractal serta jasa penterjemah desain-desain batik fractal, yang ujungnya pasti menyentuh pembatik-pembatik tradisional. Asalkan dengan catatan bahwa desain batik yang telah dibuat tidak diproduksi dengan teknik sablon. Bilamana bisa disinergikan dengan dunia pendidikan menengah, kejuruan dan perguruan tinggi, maka tidak menutup kemungkinan batik-batik Indonesia akan lebih berkembang sangat pesat, dengan beragam teknik-teknik produksi yang baru dan dengan desain-desain yang bisa menembus pasar dengan tiada batas.

Pengembangan produksi batik fractal ke depan sampai kapanpun tidak akan bisa mengantikan kedudukan dan keluhuran batik-batik motif bercorak tradisional. Cerita tentang motif dan corak  batik tradisional sudah terukir dengan tinta emas dan menempati seluruh relung-relung kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia yang sangat luhur sejak dahulu kala hingga sekarang.
Pengembangan batik fractal harus tetap menggunakan teknik batik  tulis maupun cap, sehingga mudah-mudahan akan terus bisa menambah perbendaharaan motif-motif batik Indonesia, meningkatkan dan memberikan lapangan kerja baru bagi industri kerajinan batik.
Kita sudah sepakat dan terus menjaga bahwa kain dengan dengan bentuk gambar apapun yang tidak dikerjakan dengan lilin sebagai proses perintang warnanya, maka tidak bisa kita namakan batik, namun disebutnya adalah tekstil bermotif batik atau kain sablon bercorak batik.

Sumber:

http://www.itb.ac.id/news/2262.xhtml

http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1221258652

http://netsains.com/2009/10/pro-kontra-batik-fractal-vs-batik-tradisional/

http://pxlpplproject.com/batik_fractal.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: