Archive for April, 2009

Biografi: Habib Râis Ridjaly bin Hasyim Bin Thahir AQ


Syeikh-Mursyid
Thariqat Qâdiriyah Rifâ´iyah – Musthafawiyah – Tajul Khalwatiyah was-Samaniyah

Habîb Raîs diahirkan hari Kamis, 11 Agustus 1960, pukul 15.30 WIT, di Daerah Batu Merah, Ambon Maluku, Indonesia. Masa pendidikan formalnya dilalui sejak 1964–1987.

Semasa kecil selalu membaca buku–buku yang membahas tentang Filsafat. Sehingga pada usia 7 tahun, Habîb Raîs telah membaca buku filsafat, “Alam Pikiran Yunani“, sebanyak 20 jilid, dan pada usia tersebut, Habîb Raîs diberikan pendidikan oleh orang tuanya sendiri melalui metode ceritera tentang Abû Nawâs (Mansyûr bin Mu h ammad) yang hidup pada jaman Sulthân Hârûn al-Rasyîd, di Bagdad. Habîb Raîs, pada masa itu, telah menghafal ± 100 judul ceritera tentang kecerdikan Abu Nawas tersebut.

Pada usia 14 tahun (1974), Habîb Raîs dibimbing secara ruhani dengan bentuk yang masih sederhana oleh orang tuanya sendiri. Dan orang tuanya, sekarang, mendirikan tharîqat yang disebut “Tharîqat Taufîqiyyah An-Nûriyyah“ atau beliau istilahkan juga dengan “Tharîqat Ahlûl Bait” yang bersumber pada keilmuan tentang Hakikat dan Ma’rifatullah.

Pada usia 17 tahun (1977), Habîb Raîs diberikan suatu pemahaman tentang pohon keyakinan agama oleh orang tuanya sendiri, yang akrab dipanggil Abah . Kata orang tuanya; “ Sekalipun kepalamu putus, keyakinan ini tidak boleh engkau lepaskan karena inilah kebenaran yang hakiki itu “.

Tahun 1980, Habîb Raîs menyelesaikan pendidikan lanjutan atas di kota Sorong, Irian Jaya. Dan tahun 1982 mengambil perkuliahan di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Fakultas Hukum Perdata. Perkuliahan dapat diselesaikan pada tahun 1987, non Skripsi serta tanpa Wisuda Keserjanaan, dengan alasan bahwa biarlah para teman-temannya mengambil Wisuda dan Ijazah keserjanaan, tapi beliau akan menghambil Wisuda dan Ijazah SIR-JANNAH (Rahasia Sorga), dan bukan Sarjana.

Akhirnya, terbukti, pada saat teman sekuliahnya sedang mengusahakan pemutihan atas keterlambatan pelajaran mereka pada Universitas, karena terjadi peralihan sistim pendidikan dari sistim Paket kepada sistim SKS, Habîb Raîs pun pada masa itu menerima Khirqah dari WaliyulLâh Syekh Yûsuf Tuanta Salamaka Tâjul Khalwati Abû Al-Ma h âsin Al-Maqâsari r.a. y ang hadir bersama Tuanta Imam Lapeo dan Tuanta Masakilang Karaeng Bogo sebagai saksi. Kata Syekh Yûsuf Tuanta Salamaka; Pemberian ini atas ijin dan perintah dari Tuan kami, Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni yang tinggal di Bagdad“.

Inilah yang disebut SIR-JANNAH (Rahasia Surga) dan bukan SARJANAH (sepotong kertas yang tidak menjamin keselamatan dunia maupun akhirat). Selain Gurunya Tuanta Salamaka Syekh Yûsuf, Habîb Raîs juga belajar pada guru-guru yang hidup dimasanya sekaraag yaitu:


Sekilas Tentang Guru-gurunya

Banyak sekali para guru yang ditemuinya, tapi ada beberapa guru saja yang Habîb Raîs berbaiat kepada mereka untuk menjadi murid mereka dalam hal keilmuan tentang Haqîqatul Insân dan Ma´rifatulLâah beserta segala ilmu pemahamannya yang terkait erat dalam rangka pengenalan yang dimaksud;

1.

Habîb Hâsjim bin Husein bin ´Ali bin ´Abdurrahmân bin ´Abdullâh (Shâ h ibul Masilah Hadralmaut ) bin Husein Bin Thâhir (Maulâ Bin Thâhir).

2.

Tuan Syekh Musthafâ bin Syekh Mu h yidîn (1967–1992).

3.

Habîb Muhammad bin ´Abdullah bin ‘Umar Al-Idrûs Tanjung Batu Merah, Ambon, Maluku, Indonesia. (Kakek Ibunya Syarîfah Thalhah binti ´Abdullâh bin Muhammad bin ‘Umar Al-Idrûs).

4.

Tuan Syekh Yusuf yang bergelar Tuanta Salamaka Tâjul Khalwâti Abû Al-Mahâsin Al-Maqasari (1987–1991).

5.

Tuan Imam Lapeo asal dari Poliwali Mamasa (Polmas), Sulawesi Selatan (1987–1992).

6.

Habîb Muhammad Al-Gadri, yang dikenal dengan sebutan Habîb Marunda (1993–masih sampai sekarang tahun 2003).

7.

Beberapa Guru asal Jawa Timur yang sangat dalam ilmu kebatinannya (1995).

8.

Beberapa Guru asal Jawa Tengah yang sangat dalam Ilmunya tentang pengenalan akan Hakikat dan Ma’rifatullâh (1995).

9.

Seorang guru dari Beas India yang sangat Masyhur namanya di kalangan Lintas Agama seluruh Dunia, yaitu Hazur Maharaj Charan Sing Ji (1983–1985).

10.

Syekh Hârûn al-Rasyîd yang akrab dipanggil dengan nama Syekh Faye dari Sinegal (awal 2003–sekarang ini).

Sekilas tentang Guru – gurunya

1.

Habîb Hâsjim Bin Husein Bin Thâhir; Orang Tuanya sendiri, yang menguasai perbendaharaan Ilmu Hakikat dan Ma’rifatullâh yang tuntas secara keilmuan, menguasai Ilmu peralihan bahasa Arab kepada bahasa Indonesia, dan beliau adalah salah satu manusia yang selama hidupnya mencatat setiap mimpinya tanpa terlewati seharipun, lengkap dengan hari, tanggal, jam dan detik. Mimpi-mimpinya itu ialah tentang pengkabaran pemahaman Ilmu Hakikat dan Ma’rifatullâh, serta segala kejadian yang belum terjadi di negara Indonesia maupun diseluruh dunia. Sebagai contoh, beliau bermimpi bahwa: Amerika akan dikejutkan oleh suatu ledakan yang sangat dahsyat sekali . Setelah sekian puluh tahun, ternyata, terjadilah kejadian 11 September 2001. Dan dalam jarak 20 tahun, sebelum kejadian, beliau bermimpi tentang Amin Rais , bahwa Pimpinan Muhammaddiyah pusat bernamanya Ikrâman Mahbûb , 5 tahun kemudian beliau bermimpi lagi bahwa yang disebut Ikrâman Mahbûb adalah Amin Rais, yang waktu itu masih bersekolah di Luar Negeri. Ternyata beberapa tahun kemudian Amin Rais menjadi Pimpinan Muhammadiyah Pusat, dan kemudian menjadi Ketua MPR. Inilah Jabatan yang termulia di negeri ini ( Ikrâman Ma h bûb = yang mulia lagi dicintai) ternyata mimpinya itu, sangat tepat kejadiannya beliau telah diberitahukan lebih dahulu lewat mimpi-mimpinya.

Habîb Hâsjim diangkat langsung sebagai murid oleh Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a. pada tahun 1967 di Desa Waras-waras, Seram Timur, Maluku, Indonesia. Kehadiran Tuan Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a sangat mengagumkan sekali, dengan pengawalan yang cukup ketat dari kalangan bangsa Ruhani dan bangsa Jin Islam yang ta’at pada perintah AlLah SWT. Kebenaran kehadirannya, sudah barang tentu, dengan segala tanda-tanda yang dapat dipercaya tentang kebenaran kehadiran tersebut. Dari sinilah, Habîb Hâsjim dibimbing secara terus menerus selama 26 tahun (1967– 1993). Semua perintah Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a, yang datang secara ruhani, dicatat dengan terperinci. Begitu juga, segala isi pembicaraan para Ruhani dengannya, tidak luput ditulisnya. Hal ini bertujuan, untuk kemudian hari, dijadikan pelajaran bagi anak-anaknya serta orang lain tentunya.

2.

Habîb Muhammad bin ´Abdullâh bin ‘Umar Al-Idrûs; Seorang WaliyulLâh yang sangat besar kemuliaannya dimasa kehidupannya. Habîb Muhammad ialah seorang pejuang kemerdekaan dalam menentang kaum penjajah, Belanda. Belanda mengasingkan Habîb Muhammad dari kota Semarang ke pulau Kupang, di sanalah Habîb Muhammad menikah. Dan saat istrinya sedang hamil, Habîb Muhammad diasingkan lagi ke Ambon. Habîb Muhammad menamakan anaknya dalam kandungan istrinya yang ditinggalkan di Timor, Kupang, dengan nama Abdul Rahmân. S telah Habîb Muhammad tiba di kota Ambon, kampung Batu Merah, maka beliau mendapatkan sebuah gundukan tanah di bawah tempat tidurnya. Beliau pun mengatakan, inilah anaknya yang bernama Habîb ´Abdul Rahmân telah lahir di Timor, Kupang, dan AlLâh SWT telah mengembalikannya langsung keharibaan-Nya.

Kemudian, gundukan tanah tersebut dipindahkan ke atas bukit. Menjadilah ia suatu Makam, yang pada masa itu mengeluarkan cahaya terang pada setiap malam Jum’atnya, dan akhirnya oleh masyarakat dikenal dengan nama Karamat Tanjung Batu Merah Ambon.

Habîb Muhammad setiap harinya menyusun perlawanan terhadap Penjajah Belanda di Kota ambon, maka beliau diasingkan ke Solo, Jawa Tengah. Di sana beliau kembali kepada keharibaan-Nya, AlLâh SWT. Saat dikuburkan dan setelah ditutup tanahnya, dan saat hendak disiramkan air di atas kubunya, ternyata kuburannya telah lenyap tanpa meninggalkan bekas sedikitpun, sementara tempat bekas galian itu menjadi seperti sebelum digalikan kuburannya. Semoga AlLâh senantiasa memberi rahmat yang besar kepada beliau khususnya. Amin yâ rabbal ‘Âlamîn.

3.

Tuan Syekh Musthafâ bin Syekh Muhyiddîn ; Berasal dari bangsa Ruhâni yang sangat besar kekuasaannya. Syekh Musthafâ telah datang kepada kedua orang tua Habîb Raîs, tahun 1967, di bawah perintah AlLah SWT. serta di bawah pengawasan Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a beserta pendamping–pendampingnya yang lain, di antaranya Tuan Syekh ‘Ali, Tuan Syekh Shaleh dan sebagainya.

Mereka semua datang untuk membimbing kedua orang tua Habib Rais serta semua anak-anaknya, termasuk Habîb Raîs sendiri untuk tetap selalu berada dalam kebaikan AlLâh SWT. dan barakat para wali-Nya. Jadi, sejak Habîb Raîs berusia 6 tahun sudah berada dalam suasana keakraban dengan para wali AlLâh dan para ruhani–ruhani-Nya. Dan tahun 1992, Tuan Syekh Musthafâ serta para pendampingnya mengatakan, bahwa misi mereka dari AlLâh SWT. untuk pertama ini telah selesai. Maka, kami nanti akan kembali semuanya kepada H abib Rais. Kami datang dari tahun 1967 dan sampai akan kami kembali kepada Habîb Rais. Ini semua adalah karena Barakat yang senantiasa mengalir dari kemuliaannya Habib Muhammad bin ´Abdullah bin ´Umar Al-Idrûs karamat Tanjung Batu Merah Ambon ). Secara kebetulan, saat kalimat perpisahan dari para Ruhani ini kepada orang tua Habîb Raîs ( Habîb Hâsjim), Habîb Raîs berada bersama kedua orang tuanya (mudah-mudahan AlLâh SWT mengembalikan bangsa Ruhani itu kepada Habib Rais dengan misi yang lebih baik dan berguna kepada kita semuanya khususnya, dan kepada kemanusiaan pada umumnya. Amin yâ rabbal ´Âlamîn ).

4.

Tuan Syekh Yûsuf Tuanta Salamaka; Pimpinan para wali di wilayah Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan istilah Wali Pitu (wali tujuh). Beliau telah hadir dalam suatu “Nûr” yang sangat cemerlang sekali, dan beliau mengatakan, kehadirannya ini di bawah perintah AlLâh SWT dan di bawah pengawasan Tuan Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a . Hal khusus yang diajarkannya yaitu mengenai “ Bagaimanakah seseorang bisa dapat berhubungan dan meminta langsung kepada AlLâh SWT ”. Selama ini mayoritas orang menyangka, mereka telah dapat berhubungan dan meminta langsung kepada AlLâh SWT. dengan hanya mengatakan “ Ya AlLâh saya begini dan begitu ….’ , mereka menyangka dengan hanya mulutnya menyebut kata AlLâh SWT, maka itu berarti sudah meminta langsung kepada AlLâh SWT. Semua ini harus dengan pengetahuan dan keilmuan serta i´itikad yang kuat sebagaimana para Wali-Nya telah diperbuat. Maka beliaupun dengan ijin AlLâh SWT. dan dengan pengawasan yang ketat dari Tuan Syekh ´Abdul Qâdir Al-Jailâni r.a, beliau memberikan pengajaran tersebut kepada Habîb Raîs, selama 9 bulan. Habîb Raîs mengikuti—dari hari ke hari—pengajaran tersebut, dan dengan kecerdikannya maka beliau dapat menangkap semua pengajaran tersebut.

5.

Tuan Imam Lapeo r.a; Dengan ijin AlLâh SWT. dan di bawah pengawasan Tuan Syekh Yûsuf Tuanta Salamaka r.a, beliau mengajarkan kepada Habîb Raîs beberapa Ilmu Hikmah; penggunaannya menyangkut HURUF atau dengan kata lain ilmu tersebut dinamakan Asrâru’l Hurûf , dan beliau bersama Tuan Syekh Yûsuf Tuanta Salamak r.a berjanji kepada Habîb Raîs, bahwa mereka akan kembali kepada Habîb Raîs saat umurnya sudah bertambah (saat itu Habîb Raîs berumur 27 tahun). Mungkin maksudnya kalau sudah lebih matang dalam keilmuan tentang ketuhanan.

6.

Habîb Muhammad Al-Gadri; Beliau dikenal dengan sebutan Habîb Marunda. Kalau ada orang yang menanyakan namanya, maka dengan cepat beliau menjawab“ nama saya habib gila “. Habîb Marunda membangun Padepokan di Marunda. Majelisnya diadakan setiap malam Jum’at; Dzikir yang dibacakan mulai jam 00.00 tengah malam sampai dengan selesai lebih kurang 3 jam 03.00.

Habîb Marunda telah memantapkan keyakinan Habîb Raîs tentang ilmu dan keilmuan yang ada pada diri Habîb Raîs itu sendiri, dengan diangkatnya Habîb Raîs menjadi anaknya (dibai´atnya pada tahun 1993). Habîb Marunda, seorang yang sangat teguh dalam prinsipnya, kalimat-kalimatnya tidak pernah memperlihatkan ada kekhawatiran pada hati beliau-beliau. Bersama Habîb Marunda, Habîb Raîs telah dibawa keberbagai daerah untuk mengunjungi tempat–tempat yang baik dan mulia. Dan bersama beliau pula, Habib Rais mendapat banyak pengalaman batin yang sangat besar dan baik. Mudah-mudahan AlLâh SWT dan para wali-Nya memberkati beliau selalu. Amin ya Rabbal Alamiin.

7.

Guru–guru dari Jawa Timur; Mereka mengajarkan kepada Habîb Raîs tentang hal pandangan batin ataupun tentang penampakan makhluk halus yang selama ini menjadi gaib bagi kebanyakan orang awam. Dari ilmu yang diajarkan itu, banyak hal yang gaib dapat dilihat secara kasat mata.

8.

Guru–guru dari Jawa Tengah; Mereka mengajarkan kepada Habîb Raîs, ilmu yang telah didudukan lebih dahulu dasarnya oleh Abahnya sendiri, Habîb Hâsjim Bin Thâhir, yaitu tentang Ilmu Tiga . Barangsiapa tidak menguasainya secara benar dan mendalam sampai tuntas pendapatannya, maka ia akan hidup sia–sia di dunia maupun di akhirat kelak; Ilmu Takbîratul Ihrâm (Ilmu Shalat) – Ilmu Nisâi (Ilmu Perkawinan) – Ilmu Sakarâtul Maut (Ilmu untuk kembali hidup setelah mati ).

9.

Hazur Maharaj Charan Sing Ji; Seorang guru besar dari Beas India. Maharaj mengajarkan suatu metode untuk mendengar suara di dalam diri setiap orang. Pengajarannya lebih menekanan pada Dzikir Lima Nama Suci (Kontempelasi). Habîb Raîs mengambil inisiasi kepadanya dalam rangka mendapatkan sebuah perbandingan Agama atau Keilmuan dari para Guru yang dipandang masyhur oleh minimal murid-muridnya, apalagi oleh manusia diberbagai negara di dunia ini.

Pengambilan guru tersebut oleh Habîb Raîs pada tahun 1983, dan setelah 3 bulan mengikuti ceramahnya, Habîb Raîs diterima untuk diinisiasi pada tahun 1983 itu juga. (Ini adalah sesuatu di luar kebiasaan yang terjadi di kalangan majelis ini. Karena seseorang yang dapat diterima untuk diinisiasi oleh Guru yang dipanggil dengan sebutan Sat Guru itu, adalah minimal yang sudah mengikuti semua disiplin dalam majelis ini selama 2 tahun. Disiplin itu di antaranya, harus senantiasa mengikuti ceramahnya yang disebut Satsang, harus vegetarian (makan yang tidak bernyawa) selama 2 tahun dan minimal sudah membaca sekian judul buku-bukunya, barulah boleh mengajukan Surat Permohonan untuk diinisiasi kepada Sat Guru. Perkara diterima atau tidak diterima semuanya tergantung dari penilaian Sat Guru itu sendiri).

Tapi untuk Habîb Raîs yang baru 4 bulan mengikuti Ceramah/ Satsangnya, telah dapat diterima untuk diinisiasi. Bahkan dari sekian ribu orang yang mengajukan permohonan untuk diinisasi saat itu, ternyata yang diterima saat itu, adalah hanya 33 orang, dan bahkan nama Habib Rais lah yang tertulis pada urutan yang pertama (teratas). Pada keilmuan di majelis ini, setiap orang yang diinisiasi menjadi Murid (atsangi), maka ia diberi Lima Nama Suci yang harus diulang-ulang (Dzikirkan) dalam setiap harinya dalam Simran (kontempelasi) dan Bayan (Mendengarkan suara).

10.

Syekh Harûn al-Rasyîd (Syekh Faye); Beliau adalah seorang Mursyid Tharîqat Murîdiyyah–Musthafâwiyyah, dan beberapa tharîqat lainnya. Syekh Faye sangat masyhur di daerah Afrika. Syekh Faye mempunyai banyak murid di Sinegal, asal daerah kelahirannya, serta di Amerika dan sebagainya. Habîb Raîs berbaiat kepada Syekh Faye pada awal tahun 2003. Atas bimbingan Syekh Faye, Habib Rais telah melakukan khalwat selama 5 hari di gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dan mendapatkan Natijahnya dengan sangat baik. Kemudian Syekh Faye melanjutkan beberapa pelajaran yang sangat besar nilainya kepada Habîb Raîs. Mudah-mudahan AlLâh SWT. senantiasa memberikan perlindungan dan barakat selalu kepada beliau dan keluarga serta semua pengikutnya di dunia sampai yaumil ma’syar. amin ya rabbal alamiin .

Aktivitas Umum Habîb Raîs Ridjâly bin Hâsjim Bin Thâhir AQ

1.

Mulai membuka Majelis pengajaran tentang Ilmu Haqiqat dan Ma’rifatullah , Pada tahun 1996 di Jakarta, bertempat di Jl. Tebet Barat VIII No. 14, Jakarta Selatan Indonesia, (Rumahnya Bpk. H Muhammad Hanafiyah Aflous). Bapak H. M. Hanafiyah Aflous ialah seorang murid Habîb Raîs yang tertua umurnya.

Dengan H aq Mursyid atas Ilmu Haqîqat dan Ma’rifatullâh yang diterima dari orang tuanya sendiri, Habîb Hâsjim bin Husein bin ‘Ali bin ´Abdul Rahmân bin ‘Abdullâh bin Husein bin Thahir, yang bergelar Habîb Hâsjim Mandiraja Putra Ka’bahina Fahama Rabbana Fana Bin Thahir. Pada saat itu Habîb Raîs berusia 34 Tahun (Tahun 1994).

2.

Mulai membuka Majelis Tharîqat Qâdiriyah–Rifâ’iyah , tahun 2000 di Jakarta, beralamatkan di Jl.Bintara Jaya VIII Rt.004/09 No.13, Bekasi Barat. Dengan Haq Syekh Tharîqat Qâdiriyah-Rifâ’iyah , yang Habîb Raîs terima pada tahun 2000 di Jakarta dari Syekh Tharîqat, Syekh Muhammad Nawawi Al-Taranate.

3.

Mulai melaksanakan permainan Debus Qâdiriyah-Rifâ’iyah, pada tahun 2002 di Jakarta, Jl. Bintara Jaya VIII Rt. 004/ 09 No.13, Bekasi Barat. Dengan Haq Syech Debus Ar Rifâ’I , yang diterima tahun 2002 dari Syekh Debus, Syekh Muhammad Nadjîd Tuku’ain Seram Timur.

4.

Murîd Majelis ; Majelis ini berdiri pada 27 Maret 1997 M./ 20 Dzulqa´dah 1417 H. di Tebet Barat VIII No.14, rumahnya Keluarga H. Muhammad Hanafiyah Aflous dengan murid pertama berjumlah 13 orang. Kemudian tahun 2000, pelaksanaan Majelis dilakukan di Jl. Bintara Jaya VIII Rt.004 Rw 09 No.13, Rumah Mursyid sendiri, dengan penambahan murid sudah mencapai 200 orang lebih.

Source: http://www.rahmatseq-profil.blogspot.com/

Amazing Chalk Paintings

dari milis:

Dear All – These are amazing 3D chalk paintings on a flat road

Suluk Wujil

Inilah ceritera si …..Wujil
Berkata pada guru yang diabdinya, Ratu Wahdat
Ratu Wahdat nama gurunya
Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung
Yang tinggal di desa Bonang
Ia minta maaf Ingin tahu hakikat
Dan seluk beluk ajaran agama
Sampai rahasia terdalam

Sepuluh tahun lamanya sudah
……Wujil Berguru kepada Sang Wali
Namun belum mendapat ajaran utama
Ia berasal dari Majapahit
Bekerja sebagai abdi raja
Sastra Arab telah ia pelajari
Ia menyembah di depan gurunya
Kemudian berkata Seraya menghormat Minta maaf

“Dengan tulus saya mohon
Di telapak kaki tuan Guru
Mati hidup hamba serahkan
Sastra Arab telah tuan ajarkan
Dan saya telah menguasainya
Namun tetap saja saya bingung
Mengembara kesana-kemari Tak berketentuan.
Dulu hamba berlakon sebagai pelawak
Bosan sudah saya Menjadi bahan tertawaan orang

Ya Syekh al-Mukaram!
Uraian kesatuan huruf
Dulu dan sekarang
Yang saya pelajari tidak berbeda
Tidak beranjak dari tatanan lahir
Tetap saja tentang bentuk luarnya
Saya meninggalkan Majapahit
Meninggalkan semua yang dicintai
Namun tak menemukan sesuatu apa
Sebagai penawar

Diam-diam saya pergi malam-malam
Mencari rahasia Yang Satu dan jalan sempurna
Semua pendeta dan ulama hamba temui
Agar terjumpa hakikat hidup
Akhir kuasa sejati
Ujung utara selatan
Tempat matahari dan bulan terbenam
Akhir mata tertutup dan hakikat maut
Akhir ada dan tiada

Ratu Wahdat tersenyum lembut
“Hai …… Wujil sungguh lancang kau
Tuturmu tak lazim
Berani menagih imbalan tinggi
Demi pengabdianmu padaku
Tak patut aku disebut Sang Arif
Andai hanya uang yang diharapkan
Dari jerih payah mengajarkan ilmu
Jika itu yang kulakukan
Tak perlu aku menjalankan tirakat

Siapa mengharap imbalan uang
Demi ilmu yang ditulisnya
Ia hanya memuaskan diri sendiri
Dan berpura-pura tahu segala hal
Seperti bangau di sungai
Diam, bermenung tanpa gerak.
Pandangnya tajam, pura-pura suci
Di hadapan mangsanya ikan-ikan
Ibarat telur, dari luar kelihatan putih
Namun isinya berwarna kuning

Matahari terbenam, malam tiba
…… Wujil menumpuk potongan kayu
Membuat perapian,
memanaskan Tempat pesujudan Sang Zahid
Di tepi pantai sunyi di Bonang
Desa itu gersang
Bahan makanan tak banyak
Hanya gelombang laut
Memukul batu karang
Dan menakutkan

Sang Arif berkata lembut
“Hai…… Wujil, kemarilah!”
Dipegangnya kucir rambut ……Wujil
Seraya dielus-elusTanda kasihsayangnya
……“Wujil, dengar sekarang
Jika kau harus masuk neraka
Karena kata-kataku
Aku yang akan menggantikan tempatmu”…

“Ingatlah …….Wujil, waspadalah!
Hidup di dunia ini
Jangan ceroboh dan gegabah
Sadarilah dirimu Bukan yang Haqq
Dan Yang Haqq bukan dirimu
Orang yang mengenal dirinya
Akan mengenal Tuhan
Asal usul semua kejadian
Inilah jalan makrifat sejati”

Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah menyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia

Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini:
Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata

Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat

Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana

Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?

Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini

Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?

Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan

Pedoman hidup sejatiIalah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia

Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, ……Wujil
Sia-sia semata Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia

Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpu-kan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!

Dunia ini …..Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini

Karena itu, ……Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenali diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya

Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar

Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan

Diam dalam tafakur, ……Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat

…..Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata

Renungi pula, ……Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham

Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni

Kemauan itu, ……Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan

Sunan Bonang

source: http://jalancahaya.blogspot.com/search?updated-min=2007-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&updated-max=2008-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&max-results=7

Apa itu “Masuk Angin”??

(dari milis tetangga)

cid:1.1449430062@web65513.mail.ac4.yahoo.com
Di masayarakat Indonesia , kita sering mendengar istilah “Masuk Angin“.
Kata “Masuk Angin” tersebut mereka gunakan apabila mereka merasa:

  • kedinginan
  • kembung
  • pegal-pegal otot dan sendi
  • buang gas terus menerus
  • batuk-pilek


Kerap kali mereka memakai jaket yang tebal saat berkendara motor dengan tujuan, supaya “tidak masuk angin”..mereka mungkin beranggapan bahwa “angin” tersebut dapat masuk lewat pori-pori tubuh kita, dan dengan mekanisme “entah bagaimana” dapat menimbulkan keluhan-keluhan tidak enak seperti yang telah disebutkan di atas.

Sebenarnya di istilah Kedokteran, TIDAK ADA istilah “masuk angin”, dan berbagai keluhan yang disebutkan di atas memang dapat ditimbulkan oleh Cuaca Dingin (mungkin saja banyak anginnya) namun tidak seperti yang telah dipikirkan oleh banyak orang awam…(masuk angin..).

Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme “vasoconstricion di mana terjadi Penyempitan pembuluh darah kita, hal ini mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalor berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah..Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan Asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita, akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak.

Selain itu, cuaca yang dingin juga mengakibatkan “perlambatan dari gerak peristaltik saluran cerna kita“, sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung sehingga dapat menjadi kembung…perut terasa penuh…ditambah lagi mungkin saja terjadi yang namanya “Aerophagi” (Makan angin). Nah, ini mungkin yang sering kita alami bila kita berkendaraan motor, atau naik Roller Coaster, tapi sambil buka mulut (Mangap), akibatnya banyak angin yang tertelan oleh kita, sehingga kita kenyang dengan angin (Kembung).
Parahnya lagi, cuaca yang dingin, dapat mengakibatkan rambut-rambut sel di saluran pernafasan kita lambat untuk bergerak, padahal fungsi pergerakan tersebut adalah untuk mengeluarkan lendir dan bakteri serta virus. Akibat dari gangguan fungsi rambut-rambut di saluran nafas ini, kita akan mudah terkena infeksi saluran nafas atas, seperti: batuk, pilek, dll.
Nah, obat-obat, jamu-jamu yang “wes..ewes.. ewes. .bablas anginnya” hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll. (that’s Oke..).
Tapi, kalau jamu-jamu buat pegel-pegel..lebih baik jangan deh..karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor). Hati-hati!!
Kalau ‘kerokan’ boleh tidak??
Jangan Deh, karena kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar..namun waw..badan kita rusak berat..dan tahukah Anda, kenapa orang yang kebiasaan dipijat dan dikerok sepertinya kecanduan? Hal itu dikarenakan tubuh kita akan mengeluarkan zat “endorfin. Sejenis Morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri…Jadinya seperti nge-fly saja…(that’ s not good….!)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.